Monday, September 26, 2016

Bagaimana memulai penelitian

           Latar belakang penelitian mengemukan apa yang menjadi latar belakang memilih masalah atau judul penelitian.  Pada tahap ini, yang utama harus dapat ditemukan adalah masalah penelitian. Penentuan masalah adalah unsur yang paling penting dalam suatu penelitian. Sering sekali orang menuliskan pendahuluan/latar belakang serta menuliskan judul penelitian, tetapi ketika ditanyakan apa masalahnya tidak bisa dijawab.
Masalah adalah kesenjangan/gap yang terjadi, sehingga masalah dapat dibedakan menjadi dua, yakni pertama; masalah pemeliharaan adalah kesenjangan/gap antara kondisi saat ini dengan yang seharusnya dicapai (standard/target yang telah ditetapkan). Kedua, masalah pencapaian adalah kesenjangan/gap yang terjadi antara kondisi saat ini yang sudah memenuhi target dengan kondisi pada saat mendatang dengan target yang lebih tinggi (standar/target dinaikkan).
Contoh: Kinerja pegawai rendah (lebih rendah dari standar) atau Kinerja pegawai akan ditingkatkan (lebih tinggi dari kondisi standar). Penjualan mengalami penurunan selama kurun waktu lima tahun atau  Penjualan akan ditingkatkan lagi pada waktu yang akan datang. Laba perusahaan menurun atau Laba perusahaan pada tahun depan ditingkatkan
         Disamping itu, masalah juga dapat diformulasikan dari perbandingan/perbedaan/kesenjangan antara teori/pendapat yang satu dengan yang lain.  Menurut teori X1 hasilnya akan seperti yang diharapkan tetapi dengan teori X2 hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Bila dalam suatu penelitian yang direncanakan, kadang masalah belum dapat ditetapkan atau belum jelas, maka perlu melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi awal dilakukan dengan pengamatan langsung atau wawancara terbatas kepada pimpinan atau karyawan atau melalui data-data sekunder yang dapat dikumpulkan.
Sesudah kita menentukan masalah apa yang akan diteliti dalam penelitian, maka dapat disimbolkan masalah tersebut menjadi varibel Y. Untuk menuntun peneliti menuliskan latar belakang masalah maka beberapa pertanyaan harus dijawab. Pertanyaan yang harus dijawab dalam latar belakang adalah  apa dan kenapa dengan variable Y (Kinerja atau Penjualan). Apa yang yang menyebabkan kita tertarik pada variable Y ?, Apa fakta atau data yang terkait dengan variable Y. Apa hubungannya dengan fenomena atau fakta atau variable lain.  Apa latar belakang teoritikal dari masalah atau variabel Y. Selanjutnya kenapa kita tertarik pada variable Y ?  Dalam suatu penelitian biasanya kita tertarik pada variable Y, maka yang kita ungkap dalam latar belakang adalah sejauhmana  variable Y atau fenomena masalah telah dikupas dengan baik dengan menyajikan informasi/data yang akurat.
Contoh:  Untuk menuntun dalam pengungkapan latar belakang masalah perlu dijawab adalah
  1. Apa yang menyebabkan kita tertarik pada kinerja pegawai atau penjualan ?
  2. Apa kaitan kinerja atau penjualan dengan organisasi atau perusahaan ?
  3. Apa fakta atau data mengenai perkembangan  kinerja karyawan atau penjualan beberapa tahun ini ?
  4. Kenapa kita tertarik pada kinerja pegawai atau penjualan, apakah cukup orisinal, sesuatu yang baru atau belum pernah diteliti ?
Identifikasi Masalah
            Identifikasi masalah adalah berupaya mengungkapkan/inventaris sejumlah factor penyebab atau berhubungan atau berperan terhadap masalah yang ingin (variable Y) dipecahkan. Perlu informasi yang cukup dan komprehensif dalam menjabarkan factor-faktor yang berpengaruh atau berperan.  Sejauhmana variable Y (kinerja atau penjualan) berhubungan dan disebabkan oleh berbagai factor atau fenomena. Semua factor atau fenomena yang berhubungan dengan variable Y diperinci dalam  bentuk pointer atau list (daftar). Diagram tulang ikan (dalam pikiran kita) dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi masalah.

Batasan Masalah
Batasan masalah adalah upaya untuk memisahkan mana factor-faktor yang dianggap paling penting yang segera harus diselesaikan.  Dalam menetapkan factor apa yang perlu dipecahkan dapat mengacu pada diagram pareto; dimana sedikit tetapi penting daripada banyak tetapi tidak penting.  Untuk itu, perlu data dan informasi awal yang kita miliki baik dari wawancara, pengamatan atau data sekunder.  Faktor-faktor yang saling terkait tersebut dapat disimbolkan sebagai variable X1, X2, dst.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah adalah usaha untuk mengkaitkan atau menghubungkan antara factor-faktor yang berhubungan atau berperan (X1, X2 dst) terhadap permasalahan (Y) dalam pemecahan masalah. Dalam perumusan masalah yang dungkapkan adalah batasan dari identifikasi masalah atau factor atau fenomena.  Biasanya perumusan masalah hanya mengambil beberapa factor atau fenomena yang berasal dari identifikasi masalah.  Perumusan masalah merupakan inti dari arah penelitian yang akan dilakukan dan dibuktikan.  Dalam perumusan masalah selalu dimulai dengan bentuk pertanyaan; Sejauhmana, Bagaimana, Apa  hubungan/kaitan/pengaruh  dsb dari variable X /fenomena  dengan variable Y